PERTEMUAN 1 : PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA


        
    Salah satu penilaian yang ditetapkan oleh pemerintah dalam pelaksanaan kurikulum 2013 adalah penilaian autentik (otentik). Istilah penilaian autentik ini bagi sebagian orang akan terdengar asing dan menjadi permasalahan tersendiri dalam penerapannya, walaupun tidak menutup kemungkinan sebenarnya bentuk penilaian ini telah kita lakukan sehari-hari tanpa kita sadari.
Definisi Penilaian Autentik
        Kata autentik oleh KBBI didefinisikan sebagai dapat dipercaya, asli; tulen, dan sah. Oleh pemerintah, melalui kemendikbud, penilaian autentik didefinisikan di dalam permendikbud no. 66 tahun 2013 sebagai penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), prosesdan keluaran (output) pembelajaran. Dipertajam lagi dalam permendikbud no.81Atahun 2013 sebagai proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan, atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran dan kemampuan (kompetensi) telah benar-benar dikuasai dan dicapai. Dikatakan pula oleh Pusat Kurikulum, penilaian autentik adalah suatu proses pengumpulan, pelaporan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik (Majid, 2014: 56). Sumber lainnya mengatakan bahwa penilaian autentik adalah kegiatan menilai peserta didik yang menekankan kepada apa yang seharusnya dinilai, baik proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensi yang ada di SK, atau KI dan KD. (Supardi, 2015:26). 
Karakteristik Penilaian Autentik
     Karakteristik dari penilaian autentik menurut Kunandar (Supardi, 2015:27), adalah:1.    Dapat digunakan untuk formatif dan sumatif
2.    Mengukur keterampilan dan performansi, bukan mengingat fakta
3.    Berkesinambungan dan terintegrasi
4.    Dapat digunakan sebagai feedback
Prinsip-prinsip Penilaian Autentik
     Dalam permendikbud no.81A tahun 2013, disebutkan penilaian autentik memiliki prinsip-prinsip:
  1. Proses penilaian harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran, bukan bagian terpisah dari proses pembelajaran. Penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan masalah dunia sekolah.
  2. Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metoda dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar.
  3. Penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (sikap, keterampilan, dan pengetahuan).
Esensi Penilaian Autentik
     
     Esensi dari penilaian autentik adalah:
1.    Menilai ketiga ranah kecerdasan; afektif (sikap), kognitif (pengetahuan) dan psikomotor (keterampilan). Implikasinya penilaian dilakukan dengan berbagai cara dan instrumen. Melahirkan hasil penilaian yang akuntabel.
2.    Memperhatikan kondisi awal (input), proses dan pencapaian belajar (output) peserta didik.
3.    Penilaian (proses belajar) harus mencerminkan dunia nyata, bukan mengingat fakta.
4.    Beracuan kriteria. Tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, melainkan dibandingkan dengan kriteria (indikator) yang telah ditetapkan.

Komentar